Selasa, 04 November 2014

Transportasi ku sayang, Trasnportasi ku malang.

Mungkin bukan hal yang baru buat ku harus menggunakan transportasi ini (Kereta) diakses dari rumah tidak terlalu jauh jaraknya dan tidak terlalu dekat. aku sudah mengenal kereta sejak aku kecil, tetapi merasakannya pertama kali, yaitu sejak aku duduk di SMP. Jarak yang aku tempu tidak terlalu jauh, hanya sebatas daerah, yaitu Jatinegara. Kebetulan tetangga ku memilik sanak saudara di kampung pulo, akses yang tidak butuh waktu lama, hanya dengan menggunakan kereta listik. Pertama kali naik aku ingat betul, aku naik yang kelas ekonomi, semua pedagang, pengamen, semua menjadi membaur di dalam satu gerbong kereta dengan penumpangnya. seakan pasar induk pindah kedalam rangkaian gerbong kereta, di sini lah aku merasakan betapa di sayang transportasi ini (dibaca: kereta). Sejak pertama kali menaikinya, kereta ini ada berbagai macam jenis kelas, yaitu ekonomi, bisnis dan eksekutif. pembagian kelas ini unik, kalo kelas ekonomi, non-Ac dan berenti di setiap stastiun, sedangakan yang bisnis ber-Ac berhenti di setiap stastiun, sedangkan eksekutif jaraknya hanya berentian dititik tertentu Bekasi, Jatinegara, Gambir, Jakarta kota. (kalo se-ingatan ku)

Dimemori aku dulu, stastiun merupakan tempat untuk mencari nafkah, sekaligus menjadi penolong bagi orang-orang yang kelaparan ataupun kehausan akan dahaga yang menyerang, karena pedagang asongan boleh masuk ke area peron jalur kereta. bahkan pedagang boleh masuk ke dalam rangkaian. Ah terlepas dari hal itu, aku hanya ingin menceloteh sedikit transportasi ku sayang, transportasi ku malang, dari beberapa yang pernah aku alami, baru tadi tepatnya selasa 04-11-2014 merupakan kejadian yang membuat ku selalu berucap "masyaalloh", "astagfirulloh" "Allohuakabar" atau bahkan yang menyebut "njiiir" "buset" "beuh" "damn" "shit" dan umpatan-umpatan lainnya, terdengar di kuping sesama penumpang. Aku merasakan betapa sesaknya dan dorong-dorongan dengan penumpang satu sama lain hari ini, yah mungkin hari ini ada beberapa kereta yang mengalami keterlambatan, atau ketertahanan perjalanan, entahlah yang pasti hari ini benar-benar melihat dan merasakan sendiri berdesak-desakan, saling sikut sama satu sama lain, bahkan sampai memaksakan masuk ke dalam kereta yang sudah overload. semua rangkaian kereta tidak hanya dipenuhi oleh ribuaan manusia, akan tetapi benda mati pun berdesakan di atas tempat penyimpanan barang yang tepat di bawah tempat penumpang. seharusnya pemandang yang tidak asing bagi ku, akan tetapi hari ini seolah semua ribuan umat manusia jabodetabek pada keluar semua dari rumah, ah entahlah tapi ini yang aku rasakan. Dan anehnya lagi penumpang di KRL yang aku tumpangin hampir semua turun di pemberentian terakhir yaitu Stastiun Bekasi. semakin banyak warga Bekasi yang mengakses transportasi ku sayang, transportasi ku malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar