Kala di waktu senja terbenam aku hanya menghabiskan waktu untuk mengobrol yang ringan seakan tidak ada beban apa-apa, disela-sela mengobrol dengan teman ku, ia pun mengirimkan gambar yang ia foto, foto itu adalah tanaman bunga mawar yang ia rawat dalam dua-tiga bulan terakhir ini, yang berhasil mekar di halaman rumahnya. kemudian aku pun teringat pesan yang diberikan ustadzah ku, "jadilah seorang perempuan seperti bunga mawar, ia tetap cantik walaupun hanya dipandang, tak mudah di sentuh" karena dikelilingi oleh duri, duri yang melindungi dari tangan-tangan jail untuk memetik sekuntum mawar. lalu ustadzah ku pun memberikan penjelasan yang lebih rinci, kenapa perempuan harus seperti bunga mawar. pertama perempuan adalah makhluk yang dimuliakan oleh Tuhan dengan KuasaNya perempuan dapat mengandung, melahirkan, dan menyusui. kedua Syurga ada di bawah telapak kaki perempuan (Ibu), sebab itu ustadzah ku tak pernah bosan berpesan kepada kami "jadilah seorang perempuan yang tidak gampang dipetik untuk dihisap sari-sarinya lalu dilupakan dan dicampakan".
| |
"Jadilah perempuan seperti bunga mawar, yang tak mudah dipetik sembarangan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar