Entah mau mulai dari mana, aku hanya ingin menceritakan kepenatan dalam persoalan kehidupan seorang ibu yang berjuang demi kebahagian anaknya, tetapi anaknya itu benar-benar tidak memiliki sikap terpuji. selalu mempentingkan keegoan. anak ini sebut saja bunga, memiliki kehidupan yang berpura-pura, entahlah apa maksud menutupi kehidupan yang sebenernya. rasa ego begitu tinggi bahkan melekat di dalama tubuhnya. yes melekat sangat amat melekat dalam kehidupannya. ibu ini harus berjuang untuk memenuhi keegoan dari anaknya, aku sebagai pendengar dari kerabat sang ibu empunya kisah ini. tidak abis pikir dengan akal sehat, apa gunanya dan apa untungnya untuk berdramaturgi seolah-olah memiliki kelebihan harta jika kenyataannya tidak punya. "hai engkau bunga liatlah ibu mu, ibu mu yang sekarang harus menghidupkan dirimu sendiri tanpa didampingi oleh suami atau bapakmu kamu masih mempertahankan keegoan mu nak?".
Banyak dibenak ini pertanyaan-pertanyaan yang mau aku berikan kepada anak itu, sayang seribu sayang ia memiliki rasa nekat ketika kita mencoba untuk menasehati, tindakan nekat dari bunga adalah "bunuh diri" masyaallah Allohuakabar, ada apa dengan kepribadian si bunga ini. di situ aku hanya terdiam sejenak berempati terhadap perasaan sang ibu, tetapi jiwa ini tak sanggup buat berempati, hati ini tersayayat seperti kulit yang tak sengaja tergores dengan benda tajam. disela-sela aku berusaha masuk untuk berempati aku hanya mikir, apa yang salah dengan cara pemikirannya, atau salah sang ibu yang selalu memanjakan anaknya, apa-apa harus dituruti, dan lagi-lagi aku dibangunkan dari lamunan ku. "teh salah sang ibu yang selalu ingin membahagiakan tanpa dikasih arahan yang benar, jadi anak menjadi ngelunjak gitu" ucap kerabat dari sang ibu, lalu aku pun lanjut mendengarkan kisah ini dari kerabat sang ibu. pada akhirnya aku tak kuasa untuk mendengarkan cerita tersebut.
Aku hanya ingin berterimakasih Tuhan, yang telah memberikan malaikat di bumi ini yaitu bu Rusmini dan pak Nana yang selalu memberikan pengertian dari arti sebuah kehidupan yang lebih berarti, mengsampingkan rasa ego serta menjadi diri ini tampil apa adanya tanpa harus memakai topeng untuk mendapatkan simpatisan teman ataupun orang sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar