Mungkin kali ini aku akan ngeceloteh pertama kali (kembali) aku berjilbab.
dari mulai PAUD (pendidikan anak usia dini) aku sudah dikenali dengan akan kewajiban berjilbab, ditamabah aku ngaji di pak ustadz Aaang Setiawan. Beliau sosok guru ngaji yang akan tegas dengan persoalan solat lima waktu dan hafalan surat-surat pendek di Al-quran.
aku dari keluarga yang memahami ilmu agama islam dari lahir *ALHAMDULILAH
ibu aku ia seorang guru agama Islam ketika aku SD.
jadi aku sebenrnya sudah mengenal jilbab dari mama ku, ketika aku SD kadang suka pake jilbab yg langsungan, walaupun baju putih merah ku pendek :p
tapi setidaknya aku mulai memakai jilbab.
ketika aku SMP aku diterima di sekolah yang berbasis agama Islam nya kuat, dan kewajiban di sana yah harus pake JILBAB :D.
di masa remaja ku, aku sudah dikenalkan jilbab dan hafalan ayat-ayat Al-Quran. jujur aku sangat terimakasih dengan ustadz guru ngaji ku ketika aku masih kecil, menamamkan nilai-nilai agama sangat diajarkan di pengajian Asy-Syifa deket rumah ku :D.
mama ku dan papa ku menitipkan anak-anaknya untuk diajarkan agama pendidikan agama Islam secara dan sesuai dengan Al-Quran dan Al-hadist.
besyukur aku tidak begitu kaget dengan semua kurikulum di SMP ku, aku lebih selangkah maju dengan kebanyakan anak-anak yg lainnya.
seiring jalannya waktu aku mengikuti semua apa yg menjadi kurikulum di sekolah aku, yaitu SMP MUHAMMADIYAH 28 Bekasi. di sini lah aku berteman dan bersahabat dengan semua karakter temen-temen ku yang alim, badung, abu-abu, putih dan polos. aku merasakan semua fase tersebut, tapi karena aku selalu diawasi dengan mama dana papa ku aku merasa lebih nyaman ketika jam 9 malem sudah di rumah. aku dulu cuma ada sepeda itu pun aku pakai di kala hari minggu dan sabtu sore mengelilingi sekitaran rumah aku :))
orang tua aku ngajarin bahwa anak perempuan itu harus ada di rumah abis isya, kecuali BIMBEL (bimbingan belajar). papa ku ketika aku menginjak remaja dia selalu mengetahui ketika aku mengalami guncangan perasaan ketika bersama lawan jenis, dan papa selalu mengatakan "papa ga ngelarang buat susan jatuh cinta, cuma papa ngelarang susan buat pacaran kan masih sekolah" aku pun disitu langsung ngejawab "iya pah, susan ga pacaran kok, kan susan mau jadi hakim atau pengacara. kalo udah sukses boleh kan pah?". celotehan anak SMP begitu lah ketika ia tidak memikirkan apa itu arti "CINTA" seakan diriku paling bener di kala itu tetapi papa ku mengajarkan aku akan arti ngesebuah kesederhanaan "CINTA" sekana papa tidak mengijinkan aku pacaran karena aku masih sekolah dan masih panjang perjalanan yg aku harus lalu. papa ku dengan mama cukup berbeda, mama seakan marah ketika tetangga ku menanyakan "teh susan ga malem mingguan, di rumah aja" dan mama selalu menjawab "si susan mah ga boleh pacaran sama saya, masih bocah juga belom juga ngerti apa itu cinta lagian masih sekolah ga bagus nanti ngerusak nilai, ga pacaran aja males belajar apalagi pacaran"ucap mama dengan nada ibu-ibu pada umumnya.
berkali-kali ustadzah aku bilang "kalian akan menemukan pasangan masing-masing sudah ada itu hanya saja Alloh masih menyimpan dan memilih yang terbaik buat kalian" ucap ustadzah ku.
"kalian seorang muslimah kalian yg harus diwajibkan adalah memakai jilbab ketika kalian sudah baliqh, kalian sudah haid berarti wajib hukumnya memakai jilbab" ucap ustadzah ku setelah ia menasehati ke aku dan beberapa teman soal pasangan hidup.
yang aku selalu inget ucapan dari ustadzah ku "kalian kalo melihat lelaki coba lah liat jempol kakinya, agar kamu terhindar dari zinah mata" dan aku selalu melanggar perkataan ustadzah aku ini karena setiap kali aku ada yg memanggil aku selalu melihat muka berserta mata lelaki yang menanggil aku. "dia ga pake sendal ya Alloh, maafin aku jika mata ini jadi zina" ucap ku sambil memohon ampun.
masa SMP di mana masa ini aku habiskan bimbel di ssc, les matematika, dan mengaji di pengajian Asy-syifa.
masuk SMA mama ku dan papa ku menginginkan aku di SMA BANI SALEH, apalah daya aku mengikuti keinginan kedua orang tua. hati si pengennya ya di AL-Azhar cuma keadaan ekonomi yang harus membagi dengan kakaku yang sedang kuliah di IPB.
dan aku pun masuk kesekolah yang berbasis agama Islam, cuma beda yayasan saja kalo SMA.
padahal aku pengennya di SMA MUHAMMADIYAH 1 Yogyakarta, tapi gugur karena jarak yang menjadi alesan kedua orang tua aku.
"SMA di mana aja sama, mama sama papa mau susan itu di Bani Saleh aja. jarak juga cuma jalan kaki, kalo bolos bisa ketauan" ucap mama ku
Bani Saleh merupakan sekolahan yang masih satu wilayah dengan rumah ku, cuma jalan kaki 7 menit dari rumah sudah sampai di sekolah.
lagi-lagi di sini aku menemukan persahabatan yang cukup erat di antara kami, aku dari alumnus SMP MUHAMMADIYAH 28 Bekasi yang masuk ke BANI SALEH ada 4 orang bersama aku sendiri, ada Fauziah Khairunnisa
![]() |
| Fauziah alias Annis temen dari SMP- SMA :)) |
Annis begitu panggilan akrab aku ke dia, dia sosok yang tegas, sekali kali dia juga lucu. bahkan dia yang mengajarkan aku matematika ketika aku kesulitan memahami matematika di SMP maupun di SMA :p
Annis bertiga saudara, dia anak kedua, dua saudaranya laki-laki. makannya dia disayang banget sama ibunya :D
kita dari SMP udah bareng-bareng terus udah hatam masalah keterlambatan, hobinya ya dihukum ngafalin ayat-ayat Al-Quran.
aku salut sama Annis dia mau berbagi apapun yang teman maupun sahabatnya lagi kesulitan, dia sososk perempuan yang pintar bermain musik. kadang kita suka karokean bareng di rumahnya, dia maenin alamat musik keyboardnya aku yang menyanyinya dia ga les musik tapi belajar sendiri.
dia selalu mengajarkan aku "semuanya bisa dipelajarin san, asal kita mau belajar aja" begitu ucapan dari seorang Annis.
aku hanya menjawab "iya nis, semua bisa dipelajari termasuk matematika ini" sambil nunjuk buku matematika dasar SMA.
banyak cerita dan banyak ketawa-ketiwinya bareng Annis kesukaan kita sama yaitu Winnie the Pooh :)
kita sukanya ya wajar-wajar aja sih tidak begitu parah seperti pada umumnya.
kedua adalah Putri Oktarina
menceritakan tentang Putri, selalu inget ketika pertama kali kenal dia, selalu bilang "aku puput" dari situ aku selalu memanggilnya puput.
cuma hanya waktu SMA dia dipanggil Putok (Putri Oktarina) ini panggilan kesayangan dari salah satu temen aku yang kenal pas di SMA BANI SALEH.
![]() |
| Foto putok sebelum ilang diperederan kontak :( |
ketika SMA putok merupakan sosok yang menyenangkan, dia sempet mengikuti ajang-ajang model.
yang tau hanya aku, annis, wiwi, dan itu kita posisinya tau setelah putok bilang kenapa dia jarang sekolah.
dia punya kesamaan sama aku, dia jarak sekolah dengan rumahnya hanya berapa langkah saja.
putri merupakan dari keluarga yang semuanya dari Hukum.
makannya dia cita-citanya meneruskan kehakiman seperti alm papanya.
tapi putri memutuskan untuk tidak mengambil kuliah hukun di UNPAD Bandung.
karena dia ga mau ngebebanin almh mamanya buat ngebiayain kuliahnya.
aku belajar dari putok yaitu kita punya punya cita-cita punya yayasan untuk anak jalanan di Bekasi.
aku merasa lumpuh ketika mengingat cita-cita keinginan punya yayasan buat anak jalanan, jika kamu ga ada put :(
semoga Alloh memberikan kemudahan untuk mewujudkan cita-cita mulia kita ya put, walaupun aku harus berjalan sendirian.
kita masih nunggu ke pulangan kamu put, kita masih nunggu senyuman kamu buat panggil nama kita satu-satu, bahkan aku masih nunggu buat kamu mengajak aku nonton bioskop.
aku selalu berdoa untukmu put, kelak kamu telepon aku, dan aku membawa kamu pulang ke Bekasi.
aku, Annis, Putri kita temanan dari SMP bahkan SMA.
kita mulai akrab setelah kita penjurusan IPS, dan aku di jurusan IPS ketemu wiwi septiani.
ketiga adalah Wiwi Septiani
wiwi bukan dari alamater SMP yang sama, tetapi kita mulai deket setelah penjurusan.
aku pertama duduk di kelas 11 IPS 1 bareng Wiwi.
aku biasanya panggilnya cil, dari kata dasar kecil :))
aku belajar dari wiwi tentang kehidupan kedua orangtuanya, orang tuanya berwirausaha warung nasi padang, padahal wiwi bukan orang padang. merintis diusaha warung padang merupakan yang aku kagumi, soalnya wiwi engga punya keturunan dari asli orang minang.
papa nya wiwi sempat lama bekerja di warung padang di Kalimantan, lalu singkat cerita papanya wiwi dipercaya untuk membuka warung padang dari pemilik warung padang tersebut.
warung padang yang dijalanin lancar dan sukses, akhirnya papanya wiwi merintis di kota Bekasi, menurutku tidak mudah untuk merintis warung padang yang bukan asli orang padang, itu perlu ketekunan dan keuletan yang tinggi. aku bangga mendengarkan semua kisah yang diceritain wiwi tentang perjalanan usaha warung padangnya.
aku belajar dari pengalaman kisah perjuangan kedua orang tuanya wiwi, bahkan wiwi merupakan teman yang nemenin perjuangan ku kuliah.
inshallah tahun ini aku SELESAI, aku hanya berdoa semoga dimudahkan dan dilancarkan segalanya
![]() |
| aku dan Wiwi :)) |
aku dan wiwi udah mengalami persahabatan yang asam, manis, kecut.
mulai kita musuhan, baikan lagi, sampe jarang ketemu walaupun satu tempat kuliah walaupun dipisahkan kosan :p
aku merasa bangga bisa mengenal sosok wiwi, yang tidak memilih berteman, bersahabat, dengan orang. bahkan terkadang suka kesel sama sikap dia yg belum tau orang itu jahat apa engga. kadang suka ga tega ngeliat dia nangis cuma gara-gara cowok, dia selalu ngeceritain masalah perasaan hatinya ke aku. walaupun aku buta soal pacaran, tapi setidaknya aku paham gimana menenangkan sahabat aku sendiri ketika ia nangis.
kita persahabatan samapai sekarang sampai detik ini bahkan aku belum jadi sarjana, dia udah jadi SE dia tetep sahabat Susan Agustin :D
keempat dia adalah Iqbal Ramadhan
dia satu-satunya sahabat lelaki yang bertahan main sama aku, wiwi, putok, annis.
sifatnya bisa bilang beda sama laki-laki mushola.
ngerokok hobinya :p
futsal basket renang merupakan hobinya, aku mengenal sosok iqbal alias item di SMA Bani Saleh.
item sebutan aku buat dia.
dia itung-itungan matematika dasarnya jago, otaknya ada. aku selalu diajarin mengenai matematika dasar sama item.
item cuma lemah di akuntasi, entah kenapa dia selalu remedial akuntasi, sedangkan aku remedial matematika -___-
kita pun saling berbagi ilmu, aku ngajarin akuntansi, dia ngajarin aku matematika dasar.
itu sampai UN tiba.
![]() |
| Iqbal aktivis kampus :)) |
mungkin diantara kita (aku, wiwi, putok, annis )paling deket ke item ya aku -___-
item paling jago buat nangisin anak orang (bete seharian). ya yg suka di bully wiwi kalo ga putri, kalo ga ada ya aku -____-
tapi dia sahabat cowo yang tau ketika sahabat perempuan lagi terkena pms (pre menstrual syndrome)
dia rela dibetein seharian, dengan catatan beliin dia nasi goreng di kantin, dasar cowo bayaran -__-
kalo diantara kita lagi pms item cuma bisa iya, iya, sama diemin terus tidur di mejanya aku.
aku ada masalah apa-apa ceritanya ke item, mau kemana-mana selalu minta diantar dia.
selagi dia jomblo :p
engga hanya aku, wiwi juga begitu sama aja kaya aku :p
aku belajar dari sosok dia, tidak pernah mainin perasaan wanita (mantannya) begitu menurutku.
dan ibal pun pernah menasihatiin aku dan wiwi sebelum kita pergi ke Purwokerto "lu yang akur ye di tempat orang, jaga sikap orang jawa pan lembut-lembut. apalagi lu ndut ga usah gerasak gerusuk jadi cewek, lu juga wiwi jangan mainin hati cowo jawa. lu berdua jaga sikap lu" ucap dari seorang lelaki yang biasanya amburadul seketika seperti sosok laki-laki kedewasa.
sampai saat ini aku tanaman kan ngomongan ibal di otak ku, jaga sikap aku harus bisa membawa diri, aku tinggal di mana tata krama diliat, aku harus jaga sikap dan ucapan, setidaknya aku berusaha mengikuti culture orang jawa.
kelima adalah siti nurjannah, aku banyak belajar dari dia.
aku belajar banget dari kehidupan siti. dia bertekad ingin jadi perawat, akan tetapi pupus sudah ketika keadaan ekonomi kedua orang tuanya.
dia selalu bilang "mami siti mau jadi perawat mau obatin bapak siti yang sakit-sakitan mih, bisa kan ya siti kuliah kaya mami" ucapan tersebut aku hanya bisa diam. begitu mahal biaya pendidikan keperawatan buat seorang siti yang mempunyai 3 adik yang masih kecil-kecil.
aku hanya diam seribu bahasa, andaikan papa ku presiden, andaikan aku papa ku walikota.
"bisa ti, bisa" ucapku diiringin doa untuknya.
siti selalu ada ketika aku liburan panjang, dia yang menemani aku.
dia rela sampai meninggalkan hari libur kerja untuk menemaniku jalan-jalan di mall.
terkadang aku hanya bisa berdoa dan berharap "yaAlloh ijinkan aku punya perusahaan untuk membantu sesama".
dari siti lah aku bertekad untuk punya perusahaan untuk yang tidak berijasah.
semoga semesta alam meridhaiNya :))
karena setiap umat Alloh berhak mendapatkan permohonan ampun kecuali umat tersebut telah musyrik (meduakan Alloh).
semoga Alloh senantiasa mejaga ke imanan aku untuk berhijab disertai dengan akhlak yang semakin baik.
![]() |
| samping kiri, namnya Siti temannya aku :)) |
perjalanan aku tidak hanya SMA, untuk mencari jati diri, hingga di akhir masa kuliah ku, aku menjadi diri sendiri yaitu Susan yang lebih baik tiap detik, jam, bulan bahkan tahun.
keputusan kembali untuk berjilbab (kembali) adalah mama dan papa ku, dan aku baru sadar mereka telah mengajari aku dan menanamkan aku nilai-nilai keIslaman sejak dini, tapi aku saat itu kurang pandai membagi sisi keegoisan dan kewajiban aku sebagai seorang yang beragama Islam,
akhirnya aku memutuskan untuk berjilbab. keputusan ini aku sampaikan kepada mamaku dan papaku bahwa aku ingin berjilbab. "mah susan pake jilbab lagi ya, tadi susan udah beli kerudung buat sehari-hari kekampus"ucapku lewat telepon "iya yang istiqomah lagi ya, jangan suka bolong-bolong lagi solatnya" ucap mamaku.
aku pun mulai berjilbab untuk menyempurnakan kewajiban yang telah di firman kan oleh Alloh di Al-Quran.
keputusan aku disambut dengan semua penuh suka duka.
![]() |
| kerudungan dengan gaya biasa :p |
sebuah perjalanan dan istiqomah aku lewatin, semua dengan berbagai ujian dan cobaan. aku hanya bisa berdoa sewaktu aku diberikan kesempatan untuk pergi umrah, akan ku ajak kedua orang tua ku untuk berangkat kesana untuk bersujud dihadapan bai'tullah. aku terus berdoa dan berdoa semoga Alloh meridhai aku dan orang tua aku untuk umrah dengan hasil rejeki aku :D
karena aku yakin doa setiap umat di muka bumi ini akan dikabulkan, jika kita selalu mengingat akan kewajiban kita sebagai umatNya.
"jauhi laranganNya, dekati perintahNya" kalimat itu yang selalu aku tanamkan di lubuk hati aku. hati hati dengan ucapan, ucapan adalah "doa"
doa dan hijab dua yang aku menjadi satu kesatuan dalam hidupku, semoga bertambah usia aku dan usia hijab ku aku menjadi umat pilihan Alloh untuk selalu di jalanNya.karena setiap umat Alloh berhak mendapatkan permohonan ampun kecuali umat tersebut telah musyrik (meduakan Alloh).
semoga Alloh senantiasa mejaga ke imanan aku untuk berhijab disertai dengan akhlak yang semakin baik.
![]() |
| pake pashmina pertama :p |
aku seorang wanita yang sedang dan selalu beristiqomah di jalanNya, semoga Alloh senantiasa memeluk aku dengan balutan keimanana dan keIslamanan yang luar biasa.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar