Kamis, 19 Desember 2013

Bukan takdirnya

mungkin ini minggu di mana harus mengikhlaskan dan tegar, kenyataan pahit seperti obat antibiotik yang harus masuk ke dalam tubuh untuk mempulihkan keadaan yg kurang fit.

seketika darah yang mengalir seakan berhenti ketika melihat sekelompok alumnus yang akan dilepas oleh petinggi kampus.

detak jantung seakan berenti, mendengar "malem pelepasan wisudawan-wisudawati".
tak ada satu pun mahasiswa yang tidak ingin memakai baju toga, dan yang menolak ketika dibelakang namanya terdapat gelar "Sarjana".

aku ingin sekali malem itu hingga esok hari hibernasi, akan tetapi tidak mungkin waktu ku dihabiskan begitu saja.
 
aku tersungkur di sajadah merah yang pernah orang tua ku berikan ketika aku masih MABA 5 tahun silam.
aku meneteskan air mata, selang beberapa detik air mata pun jatuh dengan derasnya, tak kerasa aku menangis  hingga larut malem.

aku hanya ingin Tuhan memeluk ku  lebih kuat lagi untuk keesokkan harinya, bibir ini tak sanggup lagi mengadu apa yang aku rasa di tanggal 17-12-2013.

aku hanya percaya suatu hari moment tersebut akan menghampiri diriku.

aku akan kabarkan keseluruh alam semesta raya, bahwa aku bisa dan pasti bisa.




sampai jumpa di Maret 2014 :))


Tidak ada komentar:

Posting Komentar