Debu, dan teriknya matahari seolah tak menghalangkan ku untuk menemui dirinya.
aku tak risaukan sesaknya penumpang di setiap stastiun yang aku singgahi.
aku hanya ingin cepet sampai.
sampai di tempat tujuan, di mana kita sama-sama berjanji untuk berjumpa.
aku sejak dari rumah, hanya memandangi setiap detik kan yang ada pada jam yang melingkar dipergelangan tanganku.
lalu lalang penumpang di hari itu cukup membuat ku tak mempedulikkan.
bola mata ku sibuk mencari sosok yang aku tunggu.
aku berusaha untuk melihat, akan tetapi aku tidak menemui sosok yang ku kenal di stastiun tersebut.
detik demi detik, menit demi menit sudah ku lewati, pada akhirnya, aku menemukan sosok yang ku tunggu.
aku pun tersadar ketika bola matanya memandangi ke arah ku seakan mengajak untuk berjumpa.
"Tuhan". ucapku dalam dari lubuk hati.
aku mulai melangkahkan kaki ini dan mengikuti arah pintu keluar dari tempat duduk yang aku duduki di peron stasiun.
kaki kami melangkah, diiringin dengan senyuman hangat yang sama-sama kami berikan,serta diikuti dengan bercengkrama sambil tertawa, lagi-lagi Tuhan memberikan kesempatan untuk kami berjumpa melepas kerinduan.
semoga ada jumpaan selanjutnya yang membuat kita bahagia di lain waktu dan tempat.
"Terimakasih Tuhan Engkau ciptakan lelaki sebaik seperti dia, semoga dia dapat menemaniku dan menjaga ku layaknya seperti papa"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar