aku iri dengan embun pagi, yang selalu meyapamu ketika fajar matahari terbit dari ufuk timur.
aku iri dengan bintang-bintang yang menghiasi malem harimu.
entahlah sampai kapan rasa ini menghinggapi diriku.
mungkin hanya waktu, waktu dan waktu yang bisa menjawab semua.
dari wanita yang menunggumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar