Selamat berdoa, bagi kamu yang merindu :')))
Minggu, 30 November 2014
Sabtu, 29 November 2014
Perempuan
Kala di waktu senja terbenam aku hanya menghabiskan waktu untuk mengobrol yang ringan seakan tidak ada beban apa-apa, disela-sela mengobrol dengan teman ku, ia pun mengirimkan gambar yang ia foto, foto itu adalah tanaman bunga mawar yang ia rawat dalam dua-tiga bulan terakhir ini, yang berhasil mekar di halaman rumahnya. kemudian aku pun teringat pesan yang diberikan ustadzah ku, "jadilah seorang perempuan seperti bunga mawar, ia tetap cantik walaupun hanya dipandang, tak mudah di sentuh" karena dikelilingi oleh duri, duri yang melindungi dari tangan-tangan jail untuk memetik sekuntum mawar. lalu ustadzah ku pun memberikan penjelasan yang lebih rinci, kenapa perempuan harus seperti bunga mawar. pertama perempuan adalah makhluk yang dimuliakan oleh Tuhan dengan KuasaNya perempuan dapat mengandung, melahirkan, dan menyusui. kedua Syurga ada di bawah telapak kaki perempuan (Ibu), sebab itu ustadzah ku tak pernah bosan berpesan kepada kami "jadilah seorang perempuan yang tidak gampang dipetik untuk dihisap sari-sarinya lalu dilupakan dan dicampakan".
| |
"Jadilah perempuan seperti bunga mawar, yang tak mudah dipetik sembarangan"
Jumat, 28 November 2014
Berjalanlah
Kamu hanya cukup berjalan, yeeess berjalan lebih jauh.
Berjalan tanpa lelah tanpa mengkhawatirkan apa yang akan terjadi.
Berjalanlah dengan penuh keyakinan, penuh dengan tekad, penuh semangat
Berjalanlah tanpa menoleh kebelakang
Berjalanlah tanpa rasa ragu.
Berjalanlah tanpa rasa takut akan jatuh
Teruslah berjalan sampai dititik di mana kamu merasa cukup untuk mensyukuri yang sudah diraih.
"Berjalan lah tanpa mengenal lelah, terus melangkah tanpa rasa takut akan terjatuh"
Rabu, 26 November 2014
Piknik dan abiskan waktu luangmu
Hari sabtu minggu kemarin, temen ku vina alias nay mengajak aku untuk jalan-jalan, menikmati taman yang ada di daerah PIK Utara Jakarta, selepas aku minta ijin ke mama, aku pun buru-buru mengkonfirmasi bahwa aku bersedia mengikuti agenda yang telah direncakan oleh nay. Jujur aku saat itu aku belum tahu taman mangrove kaya gimana, daerahnya juga aku ga tahu. Jumat malam sebelum kita keesokan harinya aku dikasih kontak salah satu senior nay yang ikut juga, kebetulan dia pengguna sesama KRL, alhasil kita janjian untuk berangkat bareng dari stastiun Bekasi. ya teman baru ku dan ia seangkatan aku juga cuama beda jurusan dan fakultas, akhirnya sepakat buat ketemuan di Stastiun Bekasi 06:30 pagi, dengan sebutan nama aslinya yaitu Gilang, akhirnya gilang duluan yang sampe di Stastiun Bekasi, dibanding aku. Singkat cerita kami naik KRL Bekasi-Kota, lalu menyambung TJ (transajakarta) buat bergabung dengan nay dan temennya gilang yaitu Nita. Kita sepakat buat ketemua di halte Penjaringan, lalu sambung angkot untuk sampai ke Taman Mangrove, karena kita hanya bermodal blog seseorang yang pernah ke taman mangrove, akhirnya kita banyak nanya dengan warga sekitar, hanya untuk sampai di taman mangrove.
Panasnya udara Jakarta tak membuat kita turun semangatnya, walaupun ya sedikit lelah, tetapi aku lewatin dengan happy walaupun dalam keadaan sakit perut yang ga karuan.hehhehe setelah kita sampai di jalan yang menuju Taman mangrove, kita belum bisa menikmati kesejukan dari taman mangrove, kita harus berjalan kaki 100 meter, lumayan ngebakar lemak di saat waktu menujukan jam 10 pagi. aku terus berjalan mengikuti alur jalan yang menuju ke taman mangrove, sambil liat kanan kiri, udara yang panas tak membuat ku lelah, karena info yang aku dapatkan dari nay, di sana udaranya sejuk, pokoknya enak. dalam benakku, "kapan lagi bisa menikmati pepohonan di Jakarta, yang jumlah pepohonan bisa di hitung oleh jari. tak sabar hati ini untuk melihat dan merasakan keindahan dan sejukan dari pepohonan yang ada di taman mangrove". dengan langkah yang semakin cepat, akhirnya kita berempat sampai di pintu gerbang masuk taman mangrove, dengan kena cash 25 ribu, harga yang lumayan murah buat ukuran kehidupan di Jakarta, taman mangrove dan taman-taman yang disini juga perlu perawatan tidak salahnya bayar buat menjaga kelestarian di taman mangrove ini.
Pertama yang kita liat dari pintu gerbang adalah, mesjid sebuah tempat ibadah yang sangat asri dan sejuk, dengan gaya klasik, masjid tersebut terbuat dari kayu-kayu yang di bawah itu adalah sungai yang ada di sepanjang taman mangrove. ya Alloh betapa indahnya rumahMu di sini, tak lepas bibir ini mengucapkan kalimat subhanalloh sayangnya aku tidak bisa menikmati bersujud di mesjid ini, karena aku berhalangan. suasana yang adem dan asri membuat mesjid dengan gaya klasik yang bernuasa serba kayu ini memberikan kenikmatan untuk beribadah. serta masjid ini di bawahnya ada sungai yang mengalir di bawah bangunan mesjid ini. menuju mesjid ini, tidak dilapisi oleh keramik, akan tetapi dengan sebuah kayu-kayu papan gitu, terus di pagari dengan kayu lagi dan sepanjang jalan menuju mesjid yang ada di taman mangrove kalian akan dimanjakan oleh aliran air yang mengalir di bawahnya. betah iri hati ini dengan nita dan nay yang bisa bersujud di mesjid yang ada di taman mangrove. setelah kita melewati area mesjid kita masih harus melewati pos penjagaan atau tiket masuk, oh iya peraturan di taman mangrove ini tidak boleh kamera loh. jika pengujung ketahuan bawa kamera akan di kenakan sangsi berupa denda yang lumayan besar yaitu 1 juta rupiah. jika teman-teman ingin membaw kamera atau mau hunting boleh mengajak 7 orang teman dan membawa kamera masing-masing lalu membayarnya setengah dari harga denda jika tidak salah info sih gitu.hehehe
![]() |
| di area pintu masuk pertama :)) |
Tempat yang kedua setelah kita melewati mesjid yang subhanalloh yang di gerbang awal kita akan di sajikan oleh berbagai macam benda-benda yang amat sangat asri, seperti kandang bintanag, pohon-pohon hias yang ada pada kanan-kiri jalan menuju tempat-tempat yang ada di taman mangrove tersebut. di sepanjang jalan kita juga di sajikan pemandangan seperti bangunan, buat penginapan bentuknya seperti segitiga, serta pendopo-pendopo untuk pertemuan orang-orang kantoran, di sana pun disediain sebuah tempat makan, ada kantin juga. kalo masalah harga di kantin di taman mangove sedikit lebih mahal karena ya, tempat wisata.hehehe sensasi yang akan kita temui di taman mangrove adalah ketemu biawak yang ukurannya ga gede-gede juga sih. kita pun dapat melihat kepiting yang berkeliaran di dalam rawa-rawa yang ada di taman mangrove. binatang yang lain yang bisa kita liat adalah monyet, di sini engga sembarangan ngelempar makanan buat makhluk tersebut, karena ini bukan rangunan yang bebas melempar kacang buat si monyetnya.hehe
![]() |
| di tempat pendopo kecil yang terbuat dari kayu-kayu :)) |
ketiga kita akan dimanjakan oleh dermaga yang disediakan oleh taman mangrove, yaitu sebuah perahu yang tradisional sampai perahu yang kekuataan turbo.hehehe dengan menyewanya kalian akan dimanjakan pemandangan yang asri keindahan di taman mangrove ini. cuma karena kita sedikit modal jadinya kita tidak bisa menyewa yang disediain oleh pihak taman mangrove.hehe kita pun mulai berpetualangan, kita masuk ke lorong yang disesakan oleh berbagai macam pepohonan yang rindang serta kita akan berjalan di atas kayu-kayu yang ditumpuk bentuknya bukan dari papan tetapi dari batang kayu gitu, terus tidak rata seperti papan, sedikit bergelombang serta kita disediain tempat duduk yang terbuat dari batang kayu juga, yang bisa menjadi tempat istirahat ketika kelelhana dalam berpetualangan. sepanjang jalan kita akan dimanjakan jenis pepohonan, pokoknya ga bakal nyangka kalo kita itu di Jakarta.hehe
![]() |
| tempat peristirahatan dermaga :)) |
Tempat yang keempat kita akan bisa merasakan air sungai yang mengalir sepanjang di taman mangrove, banyak banget tempat yang disediain oleh pihak taman mangrove, dan kita bisa menikmati tiupan angin, bayangan pesawat yang melintas di atas kepala, dan melihat desiran dengan skala kecil yang ada di sungai. setelah kita menikmati berpetualangan dalam rawa taman mangrove kita juga bisa kembali keluar dan menikmati perjalanan yang belum dinikmati, di taman mangrove juga ada lahan buat menanam tanaman mangrove dan di kasih nama sesuai siapa yang menanam.hehe dan itu juga perlu biaya yang tidak murah, aku dan temn-teman saat itu hanya bisa melihat saja.hehe
![]() |
| tempat menuju berpetualangan sebelum ke pantai :)) |
kelima merupakan tempat yang terakhir yang kita singgahi, karena ini menuju ke pantai. yes pantai, pantai Utara Jakarta. sebelum kita sampai di pantai kita harus melewati rawa-rawa lagi dan menikmati rindangnya pepohonan lagi, dan udara yang sejuk karena tanaman mangrove.heheh ga terlalu jauh dan ga terlalu deket juga buat ketemu pantai di taman mangrove ini, yes pas kita mau ke pantai alat-alat berat akan menghiasi di kuping kita, dan sesampai di depan pantai kita akan melihat alat berat yang sedang bekerja, beberapa perahu barang berat yang bersandar, pribadi melihat pantai yang ada di taman mangrove sedikit kecewa karena di bayangan pribadi pantai lepas gitu, heheh tetapi ga terlalu kecewa karena senangnya lebih banyak jika di banding dengan rasa kecewanya.
"nikmatilah waktu luangmu, selagi banyak luang waktumu untuk dinikmati"
Sabtu, 08 November 2014
sepucuk surat keresahan
Biarkan aku tenggelam dalam sebuah asa yang mungkin, suatu saat hari aku tahu ini merupakan takdirNya.
Biarkan aku menyelam dalam keasaan, ketika rasa ini tak tahu akan kapan start nya.
Biarkan aku tersadar oleh rasa ini, rasa yang tak pernah tahu di mana akan finish nya.
Aku menikmati ini Tuhan,
Aku mengikuti proses ini Tuhan,
Bahkan aku tidak henti-hentinya selalu berharap yang terbaik dari yang baik,
Tuhan yakinkan aku Tuhan, bahwa ini akan baik-baik saja,
Tuhan dekap aku Tuhan, bahwa ini akan indah pada waktunya,
Tuhan Engkau sebaik-baiknya penolong.
Biarkan aku menyelam dalam keasaan, ketika rasa ini tak tahu akan kapan start nya.
Biarkan aku tersadar oleh rasa ini, rasa yang tak pernah tahu di mana akan finish nya.
Aku menikmati ini Tuhan,
Aku mengikuti proses ini Tuhan,
Bahkan aku tidak henti-hentinya selalu berharap yang terbaik dari yang baik,
Tuhan yakinkan aku Tuhan, bahwa ini akan baik-baik saja,
Tuhan dekap aku Tuhan, bahwa ini akan indah pada waktunya,
Tuhan Engkau sebaik-baiknya penolong.
Selasa, 04 November 2014
Transportasi ku sayang, Trasnportasi ku malang.
Mungkin bukan hal yang baru buat ku harus menggunakan transportasi ini (Kereta) diakses dari rumah tidak terlalu jauh jaraknya dan tidak terlalu dekat. aku sudah mengenal kereta sejak aku kecil, tetapi merasakannya pertama kali, yaitu sejak aku duduk di SMP. Jarak yang aku tempu tidak terlalu jauh, hanya sebatas daerah, yaitu Jatinegara. Kebetulan tetangga ku memilik sanak saudara di kampung pulo, akses yang tidak butuh waktu lama, hanya dengan menggunakan kereta listik. Pertama kali naik aku ingat betul, aku naik yang kelas ekonomi, semua pedagang, pengamen, semua menjadi membaur di dalam satu gerbong kereta dengan penumpangnya. seakan pasar induk pindah kedalam rangkaian gerbong kereta, di sini lah aku merasakan betapa di sayang transportasi ini (dibaca: kereta). Sejak pertama kali menaikinya, kereta ini ada berbagai macam jenis kelas, yaitu ekonomi, bisnis dan eksekutif. pembagian kelas ini unik, kalo kelas ekonomi, non-Ac dan berenti di setiap stastiun, sedangakan yang bisnis ber-Ac berhenti di setiap stastiun, sedangkan eksekutif jaraknya hanya berentian dititik tertentu Bekasi, Jatinegara, Gambir, Jakarta kota. (kalo se-ingatan ku)
Dimemori aku dulu, stastiun merupakan tempat untuk mencari nafkah, sekaligus menjadi penolong bagi orang-orang yang kelaparan ataupun kehausan akan dahaga yang menyerang, karena pedagang asongan boleh masuk ke area peron jalur kereta. bahkan pedagang boleh masuk ke dalam rangkaian. Ah terlepas dari hal itu, aku hanya ingin menceloteh sedikit transportasi ku sayang, transportasi ku malang, dari beberapa yang pernah aku alami, baru tadi tepatnya selasa 04-11-2014 merupakan kejadian yang membuat ku selalu berucap "masyaalloh", "astagfirulloh" "Allohuakabar" atau bahkan yang menyebut "njiiir" "buset" "beuh" "damn" "shit" dan umpatan-umpatan lainnya, terdengar di kuping sesama penumpang. Aku merasakan betapa sesaknya dan dorong-dorongan dengan penumpang satu sama lain hari ini, yah mungkin hari ini ada beberapa kereta yang mengalami keterlambatan, atau ketertahanan perjalanan, entahlah yang pasti hari ini benar-benar melihat dan merasakan sendiri berdesak-desakan, saling sikut sama satu sama lain, bahkan sampai memaksakan masuk ke dalam kereta yang sudah overload. semua rangkaian kereta tidak hanya dipenuhi oleh ribuaan manusia, akan tetapi benda mati pun berdesakan di atas tempat penyimpanan barang yang tepat di bawah tempat penumpang. seharusnya pemandang yang tidak asing bagi ku, akan tetapi hari ini seolah semua ribuan umat manusia jabodetabek pada keluar semua dari rumah, ah entahlah tapi ini yang aku rasakan. Dan anehnya lagi penumpang di KRL yang aku tumpangin hampir semua turun di pemberentian terakhir yaitu Stastiun Bekasi. semakin banyak warga Bekasi yang mengakses transportasi ku sayang, transportasi ku malang.
Langganan:
Komentar (Atom)





