Pernah merasakan sesuatu yang tak sejalan dalam kehidupan ?
jawabannya "aku pernah mengalami yang tak sejalan".
ketika aku ingin masuk Fakultas Hukum, iya dari sejak dulu di sekolah cita-cita ku ingin jadi seorang yang duduk di Pengadilan, memakai baju hitam, memegang palu yang diletakkan di meja berwarna hijau. aku ingin menjadi seorang hakim. teringat ucapan guru gaji ku yang bilang "dunia ini sudah tak ada lagi keadilan yang berpihak ke kaum kecil" seketika aku mengucapkan "aku mau jadi HAKIM" ucap di lubuk hati. Setelah masuk SMP entah aku ingin sekali membaca buku undang-undang mengenai pasal-pasal, dan sejenisnya, pelajaran yang mengenai dengan dunia hukum seperti pasal-pasal dan kawan-kawannya di sekolah menengah pertama hanya ada PKN (Pelajaran Kewarganegaraan). PKN merupakan menjadi kebanggan ku ketika aku mempelajarinya, aku seakan menemui apa yang aku idam-idam kan.
Memasuki Sekolah Menengah Umum semakin menjadi inginan ku terwujud, apalagi ketika penjurusan IPA atau IPS. awalnya aku ingin masuk kelas sains, tetapi nilai-nilai di rapot dominan kelas sosial. akhirnya aku memutuskan apa yang sudah ditakdirkan di buku rapot. sejak memasuki kelas 11 Ips 1 aku sudah memantapkan diri, aku ingin meneruskan ke Hukum, membuktikan apa benar yang dikatakan oleh ustadz ku bahwa di dunia ini sudah tak ada lagi yang namanya "keadilan" waktu terus berputar, tak terasa kelas 12 pun aku singgahi dengan begitu banyak jadwal bimbel di luar maupun privat dengan guru matematika. Aku dulu terfokuskan di matematika, karena aku merasakan keterbatasan kemampuan ku di bidang matematika, akhirnya Bimbel (Bimbangan Belajar) di luar saja kurang, maka aku meminta kedua orang tua ku agar aku bisa ikut privat dengan guru di sekolah.
Aku mengabiskan masa akhir menjadi seorang siswi di sekolah dengan segudang jadwal bimbel, ekstrakuliker. ekstrakulikuler aku pun tak sampai kelas 11, sesampai aku naik kekelas 11 aku menstopkan diri dari berbagai kegiatan diekstrakulikuler. aku menghabiskan membaca di ruang perpustakan sekolah, di lab komputer. saat itu sih aku mikirnya lebih baik di ruang perpus dibanding harus berpanas-panasan di luar gedung hehehe. tidak hanya faktor cuaca aja sih, hanya aku mikirnya ketika aku abis di ekstrakulikuler, wkatu buat belajar matematika dan mata pelajaran yang di tempat bimbel akan terganggu waktunya. sebenrnya semua temen deket ku pada ambil ekstrakulikuler merchingband, rohis, dan paskib, tetapi entah kenapa aku saat itu cuek dengan kegiatan itu, aku hanya di lab komputer, perpus atau berleha-leha di kelas. tak terpikirkan untuk mengabiskan waktu di ekstrakulikuler.
ketika kelas 10 hampir semua ekstrakulikuler aku ikutin dan wajib emang sih statusnya kalau masih anak baru wajib ikut ekstrakulikuler. waktu aku memilih ikut KIR (karya Ilmiah Remaja), Rohis, Pramuka, Paskib. tetapi setelah aku mengalami proses tak ada satu pun aku pilih. merasa proses satu tahun cukup bagi ku untuk mengetahui bagaimana menjadi anak yang disibukkan dengan berbagai jadwal ekstrakulikuler. aku merasa saat itu mau fokus mengejar impian masuk ke Fakultas Hukum. setelah meninggalkan kelas 11 aku naik ke tahap terakhir yaitu kelas 12, semakin giat aku menjalani bimbel-bimbel, pulang malam, naik angkot, dianter temen. aku hanya ada waktu buat kongkow sama temen-temen seabis pulang bimbel atau hari sabtu. karena hari minggu tak mungkin bagi ku buat keluar rumah kecuali ada keperluan sekolah. entah kenapa aku menikmati jadwal bimbel ku, belajar matematika abis-abisan, akuntansi, bahasa inggris, geografi, dan lainya.
Benakku saat itu hanya ingin masuk jalur yang tanpa tes SNMPTN, harapan semua siswi saat sekolah hanya lulus di perguruan tinggi tanpa tes. temen-temen sekelas udah pada daftra tes ke STT-Telkom, Simak UI, UGM. UNPAD, sedangkan aku hanya modal belajar buat UN. aku kalah start sama temen temen sekelas ku, saat itu sih aku mikirnya UN dulu baru mikirin PTN (Perguruan Tinggi Negeri). setelah memasuki semester kedua guru BK memberi tahu ke kelas bahwa ada PMDK di UNAIR (universitas Airlangga) dan aku melihat list yang tercatat bahwa nilai tidak terlalu tinggi seperti di UI, UNPAD, UGM. aku langsung tertuju dengan fakultas yang aku inginkan "F.H" , dalam hati ku "yes..alhamdulilah" ucap ku dalam hatiku. saat itu ingin rasanya memberikan info tentang PMDK di UNAIR ke mama dan papa, bahwa aku bisa ikut seleksi di dalamnya.
Aku menceritakan semua info yang aku dapatkan mengenai hal tersebut, dan ucapan mama membuat ku melepaskan keinginan ku buat meneruskan di F.H UNAIR. beliau hanya bilang "teteh ikut tes di UPI ya ambil PGSD" saat itu tak kuasa retak semua angan-angan yang aku inginkan, yang aku pupuk sejak sekolah dasar. dari situ aku menuruti semua keinginan mama ku buat tes ke keguruan, akan tetapi hasilnya tidak lulus dalam tahap, mungkin Tuhan Maha Adil dalam segala sesuatu yang dipaksakan tidak baik untuk kedepannya, atau Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang lebih terbaik dari baik. aku sudah melepaskan UNAIR, UPI pun aku tidak lulus test. aku hanya mengaharapkan SNMPTN saat itu, ini merupakan cara terakhir buat aku masuk ke Hukum dibenakku, akan tetapi aku SNMPTN pun mama ku tidak mau aku ambil hukum, lagi lagi aku mengikhlaskan untuk tidak megambil jurusan itu, akhirnya aku pilih akuntansi dan PGSD untuk kedua kalinya. akhirnya pengumuman SNMPTN pun aku gagal, aku sudah pasrah dengan hasil terakhir ku. saat keputusasaan ku saat itu aku hanya pasrah buat ikut tes di UNSOED saat itu, dan aku pun saat itu tidak memilih ke hukum, aku mengambil jurusan "Sosiologi" aku sudah menetapkan aku tak ambil lagi jurusan "hukum" lagi. mungkin aku lelah ataupun aku sudah menguburkan cita-cita ku.mungkin ada sesuatu yang ingin Tuhan katakan kepada ku bahwa aku bisa sukses selain menjadi seorang penegak hukum. hehe
Proses yang aku alami dengan waktu yang tidak bisa dikatakan sebentar, aku ikhlas jika ini menjadi suratan takdir yang sudah ditakdirkan sebelum aku lahir di dunia. seakan Tuhan ingin memberitahu bahwa rencana Tuhan akan lebih indah jika kita tidak terlalu mengejar yang begitu over. Tuhan hanya ingin menunjukan KuasaNya, dan kita sebagai umat yang selalu dicintai dapat terus berdoa untuk meminta dan diselangi dengan rasa syukur yang telah Tuhan berikan. fase di saat usia belia terulang kembali ketika aku lulus kuliah, Maha Penyayang Engkau ya Rabb saat ini aku menikmati kembali fase itu. senantiasa aku pasrahkan dengan KuasaMu karena Engkau memberikan yang terbaik dari yang baik. karena Engkau Pemilik Alam Semesta ini, dengan RahmatMu dan kasih sayangMu aku berpasrah.
"Berdoa itu jangan sometime, tapi evertime kalo bisa overtime" (Andrew Sugiarto)




