Sosok perempuan yang tiba - tiba duduk di depan ku, lalu dia mengeluarkan air dan terus menangis. aku pikir ia sedang asyik berdrama, ternyata tidak. dia hanya menangis dan terus menangis tanpa berenti, dan sedikit demi sedikit tangisan itu pun menghilang seiring dengan mata yang sembab, bibir dia pun mulai berbicara apa yang ia rasakan. Aku hanya mendengarkan semua kegundahan dan kegelisahan hati dia, aku tak tahu harus gimana lagi untuk menanggapi kisah cintanya dia ke seseorang.
Cinta memiliki berbagai makna, ada yang memaknai cinta itu seperti kertas putih, ketika ia lipat lalu lecek ia membuangnya ke sampah, ada yang memaknai seperti kertas putih yang terisi dengan kalimat-kalimat romantis, ada pula seperti kertas putih yang hanya berdiam diri tanpa harus dilipat ataupun diisi dengan kalimat kalimat romantis cukup dengan menikmati rasa mencintai seseorang dan mengaguminya.
Cinta pun seperti halnya anak kecil yang menginginkan permen, tetapi dia sedang sakit gigi. Ia tahu dirinya sedang sakit, tetapi ia tetep mencintai dan ingin selalu bersama. sosok perempuan ini pun sama seperti anak kecil yang ingin permen tetapi ia sedang sakit gigi. Ia tahu ini sakit, tapi ia tetep cinta. karena jatuh cinta harus siap sakit ketika tak sejalan yang kita inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar