Setiap tahun mempunyai kisah yang unik tersendiri, contohnya tahun ini (2015). banyak pelajaran yang dapat diambil dan berujung dengan kesabaran, jika boleh mendeskripsikan tahun duaribulimabelas ini adalah tahun penuh dengan perjuangan, tahun yang penuh drama, tahun penuh haha-hihi-hehe, tahun penuh ujian, ujian keimanan, ujian kenikmatan, ujian hidup. jika ditanya lelah dengan ujian di tahun duaribulimabela?, aku pasti jawab 'iya' bohong jika manusia tidak merasakan lelah untuk menghadapi segala ujian. jika di tanya kenapa masih bisa haha-hihi-hehe di tahun ini ?, ya karena cuma itu cara ampuh untuk menikmati kesegala kerisauan, kegundahan, dan ketidakpastian akan kemana arah hidup.
Tahun ini (2015) dimana aku belajar, dan mengerti betapa horornya hukum di negeri ini. mungkin ini tidak seberapa parah jika dibanding dengan kasus-kasus yang melebihi kasus JIELSI, kalau mengingat kasus ini kasus yang sudah hampir 10 bulan yang prosesnya masih ada di polres dan belum ada titik terang untuk mengenai kasus tersebut. diantara kami (korban) sebagian sudah mengikhlaskan kasus berkedok penipuan ini tidak dilanjutin dan sebagian lagi dari kami masih memperjuangkan kasus ini harus sampai di pengadilan. masih ada kah keadilan di negeri ini ? waalluhal'am
Tidak hanya aku belajar mengenai hukum saja di tahun ini (2015) tetapi aku mulai belajar bagaimana menghadapi mamah yang sudah mulai memasuki masa pensiun. menjelang beliau mau pensiun, terlihat gusaran kegalauan yang melanda dirinya. setiap hari beliau menceritakan nasib diriku yang hampir setahun lebih masih belum jelas arah hidupnya, beliau pun semakin sering menceritakan perjalanan di dalam dunia mengajarnya, bisnis beliau di sekolah serta teman-teman sejawatnya. aku bertahan tidak menangis di depan beliau, seharusnya sudah tidak lagi beliau memikirkan nasib arah hidup anaknya tetapi beliau masih memikirannya. ini tamparan buat ku di saat se-usia ku lagi menikmati karir, menikmati debagai istri dan ibu aku masih 'di sini' aja.
Cerita tidak hanya sampai menghadapi mama yang memasuki usia pensiun, tetapi aku mulai belajar bagaimana membuat pola baju dan rok (bawahan perempuan) itu seperti apa, dan alurnya kaya gimana. setelah menerima teori aku pun mulai pratek, merangkai pola rok, memotong bahan, menjahit bahan yang sudah ku potong, lalu potongan-potongan bahan tersebut di rangkai menjadi kesatuan yang berbentuk rok kalau nilai mungkin 'lumayan' setidaknya sudah pernah pratek. belajar jahit tidak segampang membaca teorinya dan tidak segampang membalikan telapak tangan. untuk ukuran seperti ku, belajar jahit adalah tantangan yang luar biasa untuk aku pelajari dalam waktu tiga bulan dan itu belum selesai.
Belajar jait memberanikan diri untuk mencoba belajar berbisnis, ya berbisnis di dunia pashmina tidak jauh dari fashion. berawal dari keisengan main ke toko tekstil buat nyari cari bahan pratek, tetapi karena melihat ada beberapa motif bahan yang bagus untuk pashmina, aku pun berniat untuk membelinya. setelah membeli bahan tersebut aku potong persegi panjang dengan ukuran 200 cm untuk panjangnya, sedangkan lebar 75 cm, setelah di potong bahan untuk dijadikan pashmina, aku menecikan potongan tersebut. pada awalnya pashmina tersebut untuk menambah koleksi di rumah, tetapi malah menjadi usaha ku untuk mencari uang. walaupun belum banyak tetapi syukur alhamdulilah sudah banyak yang membeli. terimakasih buat yang sudah order :)
Tidak hanya dunia jahit-menjahit saja di tahun ini aku pelajari, aku pun sudah menikmati proses belajar menghadapi psikotes di perusahaan-perusahaan yang luar biasa eksisnya dan sudah menjadi incaran semua para pencari pekerja. jika dibilang bosen dengan proses tersebut? aku akan jawab 'iya' bohong jika tidak bosen atau jenuh, tetapi sudah alurnya begitu kok. manusia berencana, keberuntungan tidak ada maka semuanya yang sudah dilakukan pun tidak berhasil. sebab itu jika ada proses tersebut aku selalu pasrah dengan Alloh SWT walaupun sudah belajar, berusaha, berdoa. jika Alloh SWT belum waktunya, ya mau gimana lagi. hehe
Tahun ini adalah masa perjuangan, iya perjuangan. perjuangan mencari arah hidup untuk kemandirian sebagai anak yang beranjak dewasa dengan banyaknya cita-cita dan impian. mulai dari berkarir, berbisnis dan bertemu jodohnya. klise kedengerannya tetapi itu akan terus ada di tahun-tahun berikutnya. terimakasih banyak tahun 2015 sudah menghiasi drama-drama ku dengan tawa, canda, dan air mata.
.
.
.
.
.
.
.
Bismillahirohmanirohiim 2016 :))