Sesungguhnya berserta kesulitan itu ada kemudahaan (Q.S Al Insyirah : 5)
.
.
.
saya berkali-kali membaca makna terjemah dari surat Al Insyirah, berkali-kali itu lah saya mengaaaminin bahwa yang di turunkan oleh Alloh SWT itu kenyataan. iya kenyataan, kenyataan dibalik semua kesulitan selalu ada kemudahaan. karena tidak ada sesuatu yang tidak ada jalan keluarnya. bahkan di dalam surat yang sama Alloh SWT menjelaskan kembali
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahaan (Q.S Al Insyirah : 6)
.
.
.
terbukti Alloh tidak akan meninggalkan umatNya dalam keadaan kesulitan, Alloh akan menghampiri umatNya yang sungguh-sungguh mempercayai dan meyakini bahwa DIA adalah Maha EmpuhNya kehidupan. entah udah beribu-ribu kali diri ini mengeluh, entah berapa kali air mata ini meratapi nasib. iya nasib, nasib lebih tepatnya mungkin beban hidup.
beban hidup sebagai anak perempuan dari keluarga yang penuh kesederhanaan, gimana tidak sederhana, saya inget betul betapa susahnya bapak saya untuk menyekolahkan saya hingga ke perguruan tinggi, basic bapak saya yang hanya tamatan SMA dia berusaha tekad untuk membesarkan keluarga kecilnya, beliau berusaha tenaga untuk menyekolahkan kedua anaknya, gimana pun caranya. dan terbukti kakak saya bisa kuliah dan tamat hingga menjadi seorang sarjana Sains dari IPB .
selepas kakak saya selesai dengan masa study nya, bapak pun menyekolahkan saya ke perguruan tinggi. ini terbukti di dalam ayat Al-Quran, Alloh SWT tidak akan meninggalkan umatNya dalam kesulitan, karena disetiap kesulitan ada kemdahaan.
MasyaAlloh sungguh nyata firman Alloh SWT yang diwahyukan oleh Nabi Muhammad SAW, itu baru sedikit contoh dari perjalanan seorang bapak dengan lulusan SMA dan tidak mempunyai jabatan apa-apa di instansi pemerintahan kota Bekasi, tetapi beliau dengan istrinya yang tidak lain adalah mama saya, ia berhasil membawa anak terakhirnya menjadi sarjana Sosial.
Alhamdulilah semua berkat tekad seorang yang terlahir dari sosok sederhana, sanggup dan berhasil menyekolahkan kedua anaknya. ah jika diinget perjalanan keluarga saya, tidak seperti di buku cerita, saya dilahirkan dari keluarga sederhana, ya keluarga sederhana, saking sederhana mama memutar otaknya untuk mencukupi kebutuhan kami sekeluarga, ia tidak capek untuk mengajar di luar sekolah, saya inget betul ketika saya di bawa ke rumah salah satu muridnya untuk mengajar tambahan atau les private dan saya inget betapa baiknya tuan rumah kepada kami.
mama adalah seorang guru, background adalah guru agama sekolah dasar, saya dari kecil akrab dengan dunia guru, karena kakek saya adalah seorang guru, jadi tak heran mama ingin menginginkan salah satu dari anaknya berhasil masuk ke perguruan tinggi keguruan, tetapi lagi-lagi Yang Maha EmpuhNya hidup memberikan kesempatan kedua anak mama saya untuk belajar di universitas yang tidak menghasilkan guru. :)))
mama dan bapak adalah orang yang sangat sederhana, tidak dibekali banyak warisan ataupun harta karun, tetapi mama dan bapak dibekali kesederhanaan dan tekad untuk menyekolahkan dan membebaskan kami untuk sekolah dimana pun, sebenernya yang paling membanggakan diantara saya dan kakak saya, yang adalah kakak saya. di usia yang masih belia, dia sudah juara umum se-SMA 2 Bekasi, dan menjadi kebanggaan di SMA 2 Bekasi pada massanya. sedangkan saya ? tidak memiliki prestasi kecuali dikenal sebagai mc kultum seabis solat dzhur.
semasa di sekolah saya ada tradisi buat memberikan kultum sesuai solat dzhur. yang semua murid harus merasakan ngomong di depan umum (guru, kepala sekolah, clening servis, kakak angkatan, adik angkatan, pacar, ataupun gebetan). ya lumayanlah dididik ngomong di depan orang banyak, persiapan jadi orang sukses kelak. :)))
saya ditakdirkan berbeda dengan kakak saya, iya berbeda.terlihat sejak sekolah, kami memiliki prestasi yang berbeda bahkan jauh sangat amat berbeda :))) .saya tidak marah dengan hal tersebut ataupun iri, malah saya bangga dengan kakak saya, ia dia satu-satunya saudara kandung saya. dia kakak yang manis, kakak yang santun dan kakak yang baik hati. sejak kuliah ia selalu memberikan contoh yang baik untuk saya tiru, tetapi ? saya malah jauh dari kata meniru. :)))
kakak saya banyak memberikan kebanggan untuk keluarga, dan udah bisa kasih sedikit gaji sampingan selama kuliah, sedangkan saya ? saya hanya bisa menerima uang yang bapak saya kirimkan setiap bulananya :))) selama kuliah saya baru pertama kali berkunjung ke tempat kuliahnya, yang dia habiskan belajar hanya 3,4 tahun saya baru berkunjung ke Bogor, ketika kakak saya wisuda. iya wisuda, banyak sekali teman-teman kakak saya yang mengucapkan selamat wisuda ke kakak saya, dan dia pun membuat orang tua saya bangga, karena dia mahasiswa terbaik di fakultas dan jurusannya.
saya pun lulus hampir 5,7 bulan yak boleh lah sebut ENAM TAHUN :))) . selama kakak saya di masa nganggurnya hanya itungan bulan, ya tidak heran dia memiliki segudang IPK tertinggi yang membanggakan, makannya saya tidak berani melawan ataupun apalah karena dia sudah terlalu keren bagi saya. ya sedangkan saya masa nganggurnya ? hampir SETAHUN. :)))
mesti banyak pertanyaan kok bisa sih nganggur hampir SETAHUN ????? yak bisa lah yak bro, namanya juga belum rejeki dan belum ada keberuntungan :)) mungkin jawaban ini klasik tetapi kenyataannya ya begitulah Yang Maha EmpuhNya hidup belum memberikan yang terbaik, inget yak ya saya sebagai penganggur tidak hanya mengharapkan atau mujizat dateng begitu saja undangan interview yang tiba-tiba masuk ke email saya, ataupun pesan singkat wasapp ataupun bbm, saya tidak seapatis itu :)))
saya pernah kok test di RCTI sesuai dengan basic ilmu saya, tetapi Yang Maha EmpuhNya hidup belum memberikan kesempatan berikutnya, dan akhirnya saya pun gagal :)))
saya pun pernah ikut test di pabrik komestik kebanggaan wanita muslimah, yak wardah. nama perusahaannya yaitu paragon, ya saya merasakan test di paragon, saya ngeapplynya waktu itu ikutan jobfair yang ada di UI Depok, dan saya pun dinyatakan gagal :))) lagi-lagi Yang Maha EmpuhNya hidup memberikan untuk saya berusaha lagi :)))
saya pun pernah ikut test di BUMN tetapi saya gagal lagi :))) jawaban saya sama pun masih sama Sang Maha EmpuhNya hidup belum mengijinkan :))) setelah saya bergelut di dunia test BUMN saya pun mulai mengikuti tahapan tes di perbankan, yang memberikan suasana baru sepanjang perjalanan saya mencari pekerjaan, yak di bank. saya sebagai perempuan GGS (gendut-gendut Soleha) saya memberanikan diri untuk apply dan interview di bank syariah, karena saya berkerudung, saya ingin masuk ke perbankan yang berbasis syariah, klasik kedengerannya karena saya "berkerudung" tetapi itu prinsip saya, yang tidak mau membuka jilbab saya hanya untuk mencari prestise saja ataupun di pamerin di sosmed, bukan itu tujuan saya berkarir. :)))
saya ingin hidup saya bermanfaat bagi saya dan kedua orang tua saya, yak walaupun saya paham betul bank syariah di sini belum 100 % syariah, tetapi tidak salahnya saya berikhtiar di bank :))) lagi-lagi saya gagal :)))
sebelum saya ikut test di bank, saya pernah ikut test di perusahaan advertising yang lumanyanlah buat mengembangkan karir saya, walaupun basic saya tidak dijurusan tersebut. karena saya ingin mencoba segala sesuatunya yak tidak salah, saya mengambil tawaran dari temen saya.
ada sesuatu hal yang tidak bisa saya curhakan disini, saya tidak sekantor dengan teman saya tersebut, tetapi saya mau berterimakasih kepada Vina Kurniasari, yang telah mengijinkan saya untuk mencoba test di sana, thanks ya vin :))
saya sempat ikut seleksi asisten dosen Universitas Indonesia, ya semacam proyekan dosen, saya pun ikut seleski asisten dosen sebuah kampus yang amat sangat bergengsi tersebut, saya memiliki kekhawtiran yang luar biasa, karena saya tidak mau ada kesalahan apalagi dengan membawa jurusan saya, dan sebisa mungkin saya belajar lagi semua teori sosiologi dan lain-lain yang terikat dengan proyekan dosen tersebut. :)))
saya pada akhirnya mengikuti seleksi tersebut, tes kali ini saya tidak gagal tetapi saya mundur dari seleksi asisten dosen tersebut, bukan karena salary tetapi karena saya masih ada tanggung jawab kepada bapak saya, karena pas saya keterima saya lagi masuk ketahap pratikum di sebuah lembaga kursus jahit. :)))
mungkin sudah tidak terhitung lagi berapa kertas cv, ijasah, transkrip saya yang sudah dijadiin bungkus kacang, gorengan, bungkus nasi uduk ataupun di buang ke tong sampah oleh perusahaan-perusahaan yang saya apply ataupun yang saya ikut via jobfair. saya pun mengisi waktu luang saya dengan ikutan kursus bahasa, ya walaupun kursus tersebut menjadi kasus di akhir perjalanan saya belajar di sana dan sampai saat ini tidak jelas kasusnya sudah sampai mana :))) . itu merupakan dosa terbesar saya, yak dosa karena uang les saya itu masih dari mama saya, ya betapa dosanya saya sebagai anak menghilangkan uang eh ternyata tempat kursus tersebut penipuan yang berkedok lembaga pendidikan. "mama rusmini maafin susan ya mah, uangnya ilang begitu saja, InsyaAlloh Alloh bakal kasih ganti yang jumlahnya tidak disangka-sangka ya mah, ILOVEYOU" :*
waktu nganggur saya tidak hanya diisi dengan kursus bahasa saja, tetapi masak memasak, nyobain resep yang lagi hits di kalangan anak muda ibu kota besar, ya ada juga resep masakan dari teman, ya temen tukeran resep masakan saya adalah temen KKN (Kuliah Kerja Nyata) saya, yaitu Uzi Hera Tani, dia pandai meracunin saya untuk membuat sesuatu hal yang menurut dia gampang dan bisa dipelajari, ya akhirnya saya bisa masak kroket, sejenis makanan cemilan yang enak buat menemani di sore hari atau ketika musim hujan datang. dari dirinya lah saya bisa masak kroket dengan sempurna :)))
waktu nganggur saya tidak diabisi dengan kursus bahasa, mencoba resep masakan dari teman saja tetapi sekarang saya sedang belajar menjahit, yak menjahit :)))
waktu ditawari bapak untuk belajar informal yaitu kursus menjahit, saya terlahir dari seorang ibu yang bisa jahit, dipikiran saya "masa emaknye bisa jahit, anaknye kaga bisa jahit sih ? " oke pada hari tersebut saya putuskan untuk belajar lagi, belajar di luar basic kuliah saya :)))
setelah saya berumpi tjantik dengan sahabat-sahabat saya, yang salah satunya adalah Vinisa N Aisyah, Erna, dan Uzi Hera Tani mereka bertiga mendukung saya buat mengikuti kursus jahit. pada akhirnya saya meng-iya- kan ajakan bapak saya untuk belajar jahit, sudah 3 bulan saya mengikuti proses jahit menjahit, belajar jahit tidak hanya pandai dalam mengayun-ayunkan mesin tetapi belajar ngepola, iya membuat pola. pola baju, pola rok, pola celana. semua tersebut saya nikmati senikmat-nikmatnya. saya ikut les jahit berasa kembali ke sekolah, yak jaman sekolah, ada hitung-hitungan, ada seni menggores pensil di kertas, awalnya saya kaku untuk sekedar menggoreskan pensil di sebuh kertas A4 dalam membuat pola yang mengharuskan menggambar lengkung pinggul, lengan dan lain-lainnya, tetapi dengan kesabaran guru saya, yaitu bu guru Rismawati dalam membimbing saya, akhirnya saya memulai mencintai seni membuat pola, memotong bahan, merangkai sekoci, memasukan benang ke jarum jahitan ataupun ke jarum khusus untuk jelujur.
saya pun mengisi waktu menganggur tidak hanya berdiam diri di kamar, tetapi saya membiarkan diri ini mencari kemampuan yang belum saya temukan di tubuh ini :))) saya mengamini, bahwa tidak semua pengangguran itu tidak berusaha untuk mencari pekerjaan ataupun penangguran itu hanya menunggu panggilan kerja, ikut test terus keterima, tidak semua seperti tersebut. setiap manusia mempunyai keberuntungan yang berbeda-beda, tidak banyak dan tidak semua manusia memiliki keberuntungan yang saya gambarkan tadi, dapet panggilan, ikut test, lolos dan langsung kerja. saya adalah contoh sebagai manusia yang bukan di gambarkan dapet panggilan kerjaan, test terus langsung lolos, saya adalah orang yang mengalami kegagalan dalam berproses :)))
jika kalau boleh saya mengatakan, bahwa saya adalah pengangguran yang bermartabat, hebat betul dan berani sekali mengatakan saya merupakan pengangguran bermartabat ? yak karena saya mengisi luang waktu dengan kesibukan yang entah beberapa hari kemudian, sebulan kemudian atau setahun kemudian hal yang saya kerjakan selagi saya menganggur menjadi manfaat bagi orang banyak ataupun buat pribadi saya.
tujuan hidup saya adalah melihat senyum kebahagiaan yang tergurat di wajah cantik dan ganteng kedua orang tua saya, sekuat mungkin diri akan berusaha menjadi perempuan yang multitasking, berdiri tegak dan mandiri. saya tidak mau sukses dalam berkarir di kantor saja, tetapi saya harus sukses di berbagai bidang baik menjadi wanita berkarir maupun menjadi ibu rumah tangga, saya paham kodrat perempuan yaitu menjadi ibu, selagi saya muda dan sehat sekuat tenaga dan raga akan terus berkarir dan semoga Maha EmpuhNya hidup merestui dan meridhai keinginan saya Aaamiiin Aaamiin :)))
Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan tetaplah bekerja keras (Q.S Al Insyirah : 7)
.
.
.
Dan hanya kepada Alloh lah engkau berharap (Q.S Al Insyirah : 8)
.
.
.
Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan (Q.S Ath Tholaq : 7)
.
.
.
Dalam surat Al Insyirah ayat 7 dan 8 sudah jelas dan nyata, bahwa segala sesuatu yang sudah diusahakan tetapi gagal, tidak boleh berputus asa ataupun berputus harapan, karena hanya kepada Alloh Sang Maha EmpuhNya hidup untuk kita meminta. serta di dalam surat Ath Tholaq ayat 7 Alloh selalu memberikan kelapangan sesudah kesempitan. percayalah Alloh SWT tidak akan meninggalkan diri kita selagi kita berupaya berusaha dan bedoa.
Banyak cita-cita dan keinginan yang belum saya wujudkan atau kesampaian, dan saya yakin semua cita-cita dan keinginan saya lagi dalam tahap proses, sekali lagi saya serahkan semuanya kepada Sang Maha EmpuhNya yaitu Gusti Alloh SWT. terimakasih proses sudah menemani saya hingga tidak terasa waktu hampir setahun lebih semua keletihan InsyaAlloh akan terbayar dengan kebahagiaan yang tidak hentinya dateng di lain waktu, doakan saya selalu semoga diri ini bisa menjemput impian, cita-cita ataupun keinginan yang sudah ada dan selalu menempel di kepala dan hati saya ini :))
selamat berproses selagi bisa berproses yang lebih bermanfaat, Alloh SWT selalu menemani dimanapun kita berproses :))))))
 |
| bapak saya :))) |
|
|
|
 |
| mama saya, berserta kakak dan tante saya :))) |
 |
| wisuda SETAHUN yang lalu :))) |
|
|
|
 |
| pratikum jahit menjahit perdana :)) |
|
|
 |
| Alhamdulilah buat seorang yang amatiran :))) |
 |
| seharusnya kita sekantor ya vin :))) | | |
|
|
 |
| Alhamdulilah berasa mahasiswa UI sama Indes :))) |
 |
| tempat kursus yang hanya dinikmati sebulan saja :))) |
"kalo sudah rejeki, insyaAlloh di kasih jalannya mudah dan gampang" -Fauziah Khairunnisa-