Di suatu perjalanan di kala waktu senja dengan ratusan penumpang lainnya kami masuk ke dalam satu rangkaian gerbong. Tempat duuk pun tidak ada yang tersisa untuk di duduki, aku bertahan dengan tangan kanan menggantung ke penyanggah yang disediakan lalu tas berwarna hijau aku eratkan di tangan sebelah kiri. stastiun demi stastiun kita lewat bersama disela dengan candaan serta diikuti oleh tawaan yang lepas, sejenak melepaskan kepenatan yang ada.
Kuasa Tuhan lagi-lagi berbaik hati, acap kali hati ini berdoa untuk kejadian sore kali ini tidak hanya hari ini saja, akan tetapi setiap hari. Tak banyak yang dibahas di dalam kereta, kita hanya asik berbagi candaan dan tertawa. setelah melewati stastiun untuk transit, kita berganti kereta. kita kembali naik kereta yang sama. Sekali lagi kita bernasib untuk menikmati berdiri di kereta berikutnya. di sela sela berdiri, seorang ibu sambil membawa cucunya. ia menggoda aku "mba kok ga bareng sama masnya turun?" aku pun tersadar bahwa ibu yang duduk di depan ku memperhatikan aku, yang sejak tadi berdiri bareng-bareng, hanya turun yang berbeda. lalu aku jawab "iya bu beda turunnya" lalu ibu itu pun melemparkan sebuah senyuman kepada ku, entah apa arti dibalik senyuman ibu separuh baya tersebut tersenyum dengan ku.
Tak rasa stastiun yg aku tuju sudah sampai, aku bergegas untuk keluar dari pintu kereta. tak kuasa bibir dan hati ini bersyukur atas Kuasa-Nya untuk menikmati perjalanan yang tidak pernah terpikir sama sekali.
makasih :))
hehehehehe